I'DAADUL 'AMAL
1. Mulailah sesuatu itu dengan bismillah dan niatkanlah untuk Allah semata
2. Isti'daad (persiapan ) dalam hal ini persiapan ataupun i'dad bisa kita bagi 2 fase :
2. Isti'daad (persiapan ) dalam hal ini persiapan ataupun i'dad bisa kita bagi 2 fase :
Pertama : persiapan pra- kerja atau amal
sebelum melangkah kesebuah kerja atau sebuah program kita harus menata persiapan untuk program tersebut diantara ;
- Seberapa pentingkah program tersebut untuk kita dan org lain
- Apa saja Peluang yang mendorong kegiatan tersebut bisa berhasil
- Apa saja tantangan dalam kegiatan tersebut yang membuat program tersebut gagal
Misalnya :
Menikah., Sebelumnya tentu kita harus tanya kenapa kita harus menikah? tentu ada 100000 jawabannya.
apakah nikah l itu penting? tentu jawabnnya sangat dan lebih penting
apa saja peluang untuk itu ? misal usia kita sudah mencukupi untuk itu atau sudah memiliki pemahaman fiqh nikah,atau sudah memiliki materi untuk nikah atau memilki mental untuk nikah dan sebagainya atau fisik yang mendukung agar rencana itu berhasil.
apa saja tantangan dalam hal tersebut . Misalnya kita ditolak lamarannya oleh calon atau ortu calon, kita diterima atau berbagai bentuk tantangan yang datang secara tiba-tiba
Kedua : Persiapan pasca kegiatan
Inilah sebuah kesalahan yang dilakukan oleh sebagian. banyak orang, banyak kita lihat manusia siap sebelum bekerja namun tidak siap setelah program tersebut berjalan atau selesai. hal itu disebabkan karena kurang memahami fase-fase yang akan dilalui setelah itu
- Apa yang akan kita lakukan setelah itu?
- Apa hasil yang akan dituntut oleh kegiatan tersebut?
- Apakah yang akan kita lakukan kalau ternyata terdapat masalah baru?
Bisa kita lihat contoh dari realita yang ada
- Manusia Siap untuk menghadapi ramadhan dengan segala macam persiapan namun gagal setelah ramadhan
- Para Akhwat siap untuk menikah dengan seorang ikhwan namun tidak siap dipoligami
- Diantara para aktivis siap untuk berdemo, memprotes kebijakan sebuah kampus, menuntut ini itu..dan sebagainya,
namun setelah demo sukses, mereka jadi bingung apa yang harus diperbaiki setelah itu
- Disisi lain para pemuda dengan semangat mereka siap pergi berjihad fisabilillah, namun disaat kemenangan diperoleh
atau justru mendapatkan sebuah hal yang mereka inginkan mereka menjadi putus asa dan mereka menjadi lari dari tujuan
jihad yang semula.
kenapa semua ini bisa terjadi....?
Diantara penyebabnya adalah ;
- Kurangnya i'daad ba'da tatbiq ( pasca aplikasi )
kita tidak mempersiapkan apa yang akan terjadi setelah itu, kita hanya menggunakan fiqh instant ( cepat saji ) misalnya kita siap menikah namun kita tidak mempersiapkan apa apa yang akan kita lalui setelah nikah tersebut yang kita bayangkan setelah nikah bagaimana menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai istri, bagimana menyusun jadwal ibadah bareng seperti baca qur'an bersama atau bagaimana tahajjud bareng atau hanya sampai yang kita pikirkan kita nikah setelah itu kita dikarunia anak dan kita merawat dan mendidik anak kita tersebut.padahal banyak yang akan dilalui yang berkaitan dengan nikah terebut diantaranya huquuqu zaujain, (tanggung jawab dan haq suami istri ) bagimana menyambung silaturrahmi antara orang tua sang suami dengan org tua istri bagaimana menjalin keakraban sang istri dengan keluarga sang suami dan sebaliknya., bagaimana mendidik anak, problematika rumah tangga ( musykilatul usrah ) dan bisa jadi ternyata poligami dibutuhkan dalam pernikahan tersebut.
maka untuk berbuat sesuatu siapkan dengan matang dari awal sampai akhir.
- Tidak Siap menerima keadaan yang diluar dugaan
Seperti Berjihad, mungkin kita hanya membayangkan hanya menang atau mati syahid., tidak terbayang kalau kita menang tapi kita cacat pada tubuh kita. Seperti berdemo kita tidak membayangkan kalau terjadi hal yang diluar kita rencanakan.
Akhhiru dakwaana wal hamdulillah wassholatu wassalamu ala rasulihil kariim
sebelum melangkah kesebuah kerja atau sebuah program kita harus menata persiapan untuk program tersebut diantara ;
- Seberapa pentingkah program tersebut untuk kita dan org lain
- Apa saja Peluang yang mendorong kegiatan tersebut bisa berhasil
- Apa saja tantangan dalam kegiatan tersebut yang membuat program tersebut gagal
Misalnya :
Menikah., Sebelumnya tentu kita harus tanya kenapa kita harus menikah? tentu ada 100000 jawabannya.
apakah nikah l itu penting? tentu jawabnnya sangat dan lebih penting
apa saja peluang untuk itu ? misal usia kita sudah mencukupi untuk itu atau sudah memiliki pemahaman fiqh nikah,atau sudah memiliki materi untuk nikah atau memilki mental untuk nikah dan sebagainya atau fisik yang mendukung agar rencana itu berhasil.
apa saja tantangan dalam hal tersebut . Misalnya kita ditolak lamarannya oleh calon atau ortu calon, kita diterima atau berbagai bentuk tantangan yang datang secara tiba-tiba
Kedua : Persiapan pasca kegiatan
Inilah sebuah kesalahan yang dilakukan oleh sebagian. banyak orang, banyak kita lihat manusia siap sebelum bekerja namun tidak siap setelah program tersebut berjalan atau selesai. hal itu disebabkan karena kurang memahami fase-fase yang akan dilalui setelah itu
- Apa yang akan kita lakukan setelah itu?
- Apa hasil yang akan dituntut oleh kegiatan tersebut?
- Apakah yang akan kita lakukan kalau ternyata terdapat masalah baru?
Bisa kita lihat contoh dari realita yang ada
- Manusia Siap untuk menghadapi ramadhan dengan segala macam persiapan namun gagal setelah ramadhan
- Para Akhwat siap untuk menikah dengan seorang ikhwan namun tidak siap dipoligami
- Diantara para aktivis siap untuk berdemo, memprotes kebijakan sebuah kampus, menuntut ini itu..dan sebagainya,
namun setelah demo sukses, mereka jadi bingung apa yang harus diperbaiki setelah itu
- Disisi lain para pemuda dengan semangat mereka siap pergi berjihad fisabilillah, namun disaat kemenangan diperoleh
atau justru mendapatkan sebuah hal yang mereka inginkan mereka menjadi putus asa dan mereka menjadi lari dari tujuan
jihad yang semula.
kenapa semua ini bisa terjadi....?
Diantara penyebabnya adalah ;
- Kurangnya i'daad ba'da tatbiq ( pasca aplikasi )
kita tidak mempersiapkan apa yang akan terjadi setelah itu, kita hanya menggunakan fiqh instant ( cepat saji ) misalnya kita siap menikah namun kita tidak mempersiapkan apa apa yang akan kita lalui setelah nikah tersebut yang kita bayangkan setelah nikah bagaimana menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai istri, bagimana menyusun jadwal ibadah bareng seperti baca qur'an bersama atau bagaimana tahajjud bareng atau hanya sampai yang kita pikirkan kita nikah setelah itu kita dikarunia anak dan kita merawat dan mendidik anak kita tersebut.padahal banyak yang akan dilalui yang berkaitan dengan nikah terebut diantaranya huquuqu zaujain, (tanggung jawab dan haq suami istri ) bagimana menyambung silaturrahmi antara orang tua sang suami dengan org tua istri bagaimana menjalin keakraban sang istri dengan keluarga sang suami dan sebaliknya., bagaimana mendidik anak, problematika rumah tangga ( musykilatul usrah ) dan bisa jadi ternyata poligami dibutuhkan dalam pernikahan tersebut.
maka untuk berbuat sesuatu siapkan dengan matang dari awal sampai akhir.
- Tidak Siap menerima keadaan yang diluar dugaan
Seperti Berjihad, mungkin kita hanya membayangkan hanya menang atau mati syahid., tidak terbayang kalau kita menang tapi kita cacat pada tubuh kita. Seperti berdemo kita tidak membayangkan kalau terjadi hal yang diluar kita rencanakan.
Akhhiru dakwaana wal hamdulillah wassholatu wassalamu ala rasulihil kariim
Labels: Tulisan Tangan
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

RSS Feed (xml)
0 comments:
Posting Komentar